Friday, April 20, 2012

Seri Husnul Uswah 4 - Muqaddimah Husnul Uswah

Pembahasan Husnul Uswah – Muqaddimah Husnul Uswah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Alhamdulillah, Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga beliau, sahabat beliau dan orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai akhir zaman.

Amma ba’du :
Kita lanjutkan pembahasan Husnul Uswah karya Syaikh Muhammad Shiddiq Hasan Khan rahimahullah. Yakni pembahasan Khutbah Kitab .

Syaikh Muhammad Shiddiq Hasan Khan rahimahullah berkata didalam Muqaddimah kitab nya :
“Anda tentu sudah mengetahui bahwa kaum wanita adalah setengah dari umat ini, bahkan kebanyakan umat ini adalah kaum wanita. Mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari laki- laki hampir dalam semua hukum syariat yang hak ini. Kecuali sedikit saja yang Allah dan Rasul-Nya mengkhususkan bagi kaum wanita. Allah telah memuliakan dan mengutamakan mereka dengan berbagai keutamaan, sebagaimana Allah juga memuliakan kaum laki laki.


Mereka berhak mendapatkan hak yang sudah ditetapkan dalam syariat, sebaliknya juga berhak mendapatkan hukuman dalam syariat dan hukum islam. Masalah ini tentu sangat luas dan banyak sehingga tidak mungkin untuk disebutkan dalam satu tempat saja. Bagaimana tidak? Sementara tidak ada kebaikan yang diturunkan dalam al-Quran maupun hadits kecuali mereka juga dituntut untuk mengerjakannya. Sebaliknya, tidak ada kejelekan yang dilarang dalam al-Quran maupun as-sunnah, kecuali mereka juga diperintahkan untuk meninggalkan nya.

Akan tetapi buku ini saya khususkan menghimpun ayat dan hadits yang berkenaan dengan wanita secara khsus. Baris demi baris dalam buku ini adalah bagian dari ilmu agama, sedangkan sisanya adalah perkara – perkara yang yang antara kaum wanita maupun laki-laki ada kesamaan didalamnya.

Betapa banyak tafsi tentang ayat-ayat dan riwayat maupun dirayah nya, baik yang diriwayatkan oleh para shahabiyah dari kalangan Anshar maupun Muhajirin, bahkan setengah dari ilmu agama ini diriwayatkan dari seorang wanita yang paling alim yaitu Aisyah ash-Shiddiqah Radhiyallahu’anhuma.
Aisyah, orang yang paling tahu tentang banyak peristiwa sejarah, tentang syair – syair arab, sebab – sebab turun nya suatu ayat, paling hafal hadits – hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam berbagai bidang ilmu dan hukum syariat. Aisyah memiliki kemampua ijtihad yang mempuni dalam berbagai bidang ilmu ke islaman.

Barangsiapa yang diberikan oleh Allah dari kitab ini, sedangkan dia juga diberi rezki berupa pengetahuan tentang hal – hal yang dikhususkan antara kaum laki – laki dan wanita, maka dia sungguh telah mendapatkan keberuntungan dan kemuliaan yang tinggi di kalangan orang – orang yang berilmu dan berakal. Hadits dan atsar yang terdapat dalam kitab ini jangan sampai anda lewatkan, apalagi ayat ayat dari yang Rabb Yang Maha Esa dan Maha Pengampun, karena kelalaian dan ketidak pedulian mu.

Ambilah pelajaran dari dalil – dalil itu, ambilah faidah dari keterangan – keterangan nya, sebarkan kepada kaum muslimah, anjurkan mereka untuk mempelajari dan mengajarkan nya kepada yang lain sesuai dengan kemampuan nya.

Sesungguhnya Allah senang kepada orang yang mau bersyukur. Dia mengingatkan orang yang ingat kepada Nya dan Maha Mengampuni orang yang bertaubat, kembali dan meminta ampun kepada Nya. Wanita yang bahagia adalah wanita yang bisa mengambil nasihat dan pelajaran dari orang lain, mendasari seluruh urusan dengan ilmu baik maupun buruknya.

Jika anda mengalami kesulitan dalam memahami suatu ayat atau hadits yang dalam buku ini, maka lihatlah kembali kitab-kitab hadits shahih dan sunan yang disusun oleh para ulama seperti Fathul Bayan, Fathul Baari, ar-Raudhah an-Nadiyyah, an-Nailul Authar, Subulus as-Salam, dan kitab-kitab yang sejenisnya. Insya Allah dengan membaca dari sumber-sumber tersebut, akan menuntun anda pada pemahaman yang benar sesuai dengan as-sunnah dan dengan itu anda tidak perlu lagi membuka kitab – kitab yang bertele yang ditulis oleh pemuja akal dan ahli bid’ah

Seandainya saya tidak memiliki kesibukan yang lain, dan bukan karena pembatasan pemikiran, tentu saya akan sebutkan semua nya kepada Anda. Akan saya jelaskan perkara yang pokok maupun perincian nya. Andai bukan karena al-Quran disifati dengan al-Bayyinat (penjelasan yang gamlang), dan hadits Nabi disifati dengan “Malam bagaikan siangnya” karena begitu jelas dan terang nya, maka insya Allah orang yang berilmu tentang kedua sumber ini tidak lagi memerlukan keterangan yang lain dalam syariat dan masalah – masalah itu.

Buku ini meskipun ringkas dan sederhana dalam mengumpulkan ayat-ayat dan atsar yang terangkum didalamnya, namun sudah cukup jelas dan tidak lagi membuat penasaran, terang dan tidak samar, sudah mencukupi dan memuaskan, serta sudah cukup menjadi hujjah bagi mereka yang mengiginkan hidayah. Maka bersabarlah dengan kesabaran yang indah. Sesugguhnya sebaik baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dan seburuk buruk perkara adalah yang diada adakan dan setiap yang di ada adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.

Siapakah yang lebih benar perkataan nya daripada Allah dan Rasul-Nya. Dengan perkataan siapa lagi mereka beriman setelah kitab Allah dan orang orang zalim itu akan mengetahui dalam keadaan bagaimana kesudahaan mereka.”

Demikian saja diskusi tentang Husnul Uswah malam ini. Dengan demikian sudah merampung pembahasan awal kitab ini, penulis membuka kitab ini dengan Khutbah dan Muqaddimah nya. Insya Allah, Minggu depan kitab masuk ke pembahasan pertama. Semoga dimudahkan.

Jambi, Rabu : 21 Rabi’ul Akhir 1433 H / 14 Maret 2012

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-Mirluny

No comments:

Post a Comment

Sekilas Info

SEKILAS INFO Bismillah Alhamdulillah Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, keluar...