Selasa, 01 Januari 2013

Kisah Al-Walid bin Mughirah


Kisah - Kisah Seputar Al-Qur'an Bagian 14

Al-Walid bin Mughirah pernah datang menemui Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan ia berkata kepada beliau : "Bacakanlah kepada ku, Maka Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam membacakan kepada nya :

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada mu agar kamu dapat mengambil pelajaran." [Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 90]


Lalu dia berkata kepadanya : "Ulangi lagi." Maka Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam pun mengulangi nya lagi. Lalu Al-Walid berkata kepada beliau : "Demi Allah, sesungguhnya didalamnya benar - benar terdapat kelezatan dan keindahan, yang atasnya penuh dengan buah - buahan dan bawahnya penuh dengan air dan bukanlah yang berkata seperti ini adalah manusia."

Kabar itu akhirnya terdengar hingga ke telinga Abu Jahl bahwa paman nya telah mendengar Al-Qur'an dan merasa tersentuh dengan nya, maka Abu Jahl pergi menemui Al-Walid lalu berkata kepada nya : "Wahai paman, sesungguhnya kaum mu ingin mengumpulkan harta mu."
Al-Walid bertanya : "Mengapa?" Lalu Abu Jahl menjawab : "Untuk diberikan kepada mu lalu kau tawarkan kepada Muhammad agar dia mau menerimanya."

Al-Walid berkata : "Sungguh kaum Quraisy telah mengetahui bahwa aku adalah termasuk orang yang paling kaya diantara mereka."
Abu Jahl berkata : "Maka katakanlah kepada kaum mu bahwa enkau mengingkari apa yang telah engkau dengar dari Muhammad?"

Al-Walid pun berkata : "Aku akan katakan apa? Demi Allah, tidak seorang pun dari kalian yang paling mengetahui tentang syair daripada aku, tidak juga dengan pantun atau pun syair - syair (matra) jin dari pada aku. Demi Allah, sesungguhnya apa yang dikatakan Muhammad tidaklah sama dengan ini semua nya. Sesungguhnya didalam perkataan nya benar - benar terdapat kelezatan dan keindahan, yang bagian atasnya penuh dengan buah - buahan dan bawahnya penuh dengan air, sesungguhnya ia tinggi dan tidak akan melebihinya, dan ia dapat menaklukan segala apa saja yang ada dibawahnya."

Abu Jahl pun berkata : "Kaum mu tidak akan ridha dengan mu hingga engkau memberikan komentar negatif (buruk) terhadap nya. (Muhammad)."
Al-Walid berkata : "Berikan aku waktu untuk memikirkan hal itu."

Tatkala selesai berpikir ia berkata : "Sesungguhnya ini adalah benar - benar sihir yang dipelajari dari orang - orang terdahulu.
Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa ta'ala tentang bantahan terhadap perkataan Al-Walid bin Mughirah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

( 11 )   ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا
( 12 )   وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَّمْدُودًا
( 13 )   وَبَنِينَ شُهُودًا
"Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakan nya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak. Dan anak - anak yang selalu bersama dia." [Al-Qur'an Surat Al-Muddatsir ayat 11 - 13]

[Dinukil oleh Imam al-Baihaqi didalam Dalailun Nubuwah 2/199 dan al-Hakim didalam Al-Mustadraknya 2/507 dan ia berkata : Shahih atas syarat Muslim dan juga Al-Bidayah wan Nihayah 2/60, Ibnu Katsir. Lihat buku Dengan Islam Masuk Islamlah Mereka hal 71 - 73, Abdul Aziz Sayyid Hasyim Al-Ghazzauli. cet Darus Sunnah]

Begitulah keagungan Al-Qur'an, dimana keagungan nya diakui juga oleh orang - orang kafir Quraisy. Tetapi hidayah taufiq ditangan Allah Subhanahu wa ta'ala semata, ternyata kesombongan telah menghalangi Al-Walid bin Mughirah dari cahaya Islam.

Semoga Allah mengokohkan kita diatas Islam dan mewafatkan kita dalam keadaan memeluk Islam

Kota Jambi, 18 Shafar 1434 H / 1 Januari 2013 M
Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-Mirluny

Untuk Download Artikel Klik Gambar

1 komentar: