Senin, 16 Juli 2012

LEBARAN - BAGIAN 4 SELESAI


Lebaran Menurut Sunnah yang Shahih (bag 4 - Tamat)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Bismillah, Alhamdulillah. 
Semoga Shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam, kepada keluarga dan sahabat beliau, dan orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.

Amma ba'du :

Memberi ucapan selamat hari raya.

Diperbolehkan saling mengucapkan selamat hari raya dengan ungkapan yang telah masyhur diantara mereka dan telah berlaku diantara kaum muslimin secara umum, seperti seorang muslim mengucapkan kepada saudaranya :

Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum 
(semoga Allah menerima ibadah kami dan engkau)

al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan : 
"Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad Hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :
"Jika para sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam saling bertemu dihari raya, sebagian nya mengucapkan kepada sebagian lain nya. "Taqabbalallahu minnaa wa minka." [Fathul Baari 2/446]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
"Ucapan selamat hari raya sebagian mereka kepada sebagian lain nya. Jika bertemu setelah shalat 'Idh adalah dengan ungkapan :
"Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum atau A'aadahullaahu 'Alaika serta ucapan sejenisnya, maka hal itu telah diriwyatkan dari sejumlah Sahabat bahwa mereka melakukan nya dan telah diperbolehkan oleh para Imam seperti Imam Ahmad dan yang lain nya.

Maka siapa melakukan nya, ia memiliki panutan dan meninggalkan nya pun memiliki panutan." [Majmuu' Fatawaa XXIV/253, al-Mughni 3/294 dan Haasyiyatul Raudh 2/522]

-------------------

Hal - Hal yang Dilarang di Hari Raya 

1. Meniru orang kafir dalam berpakaian yang merupakan ciri khas mereka.

2. Dilarang bagi wanita bertabarruj (berhias berlebih - lebihan sehingga memamerkan kecantikan nya) dan tidak berhijab yang sesuai syar'i.

3. Mendengar nyanyian dan musik yang jelas-jelas diharamkan didalam islam. dan memakan dan meminum, dari yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. begitu juga mengikuti acara pesta yang didalamnya ada menggunjing dan adu domba yang jauh dari dzikir. 

4. Banyak berkunjung yang bercampur baur antara lawan jenis yang bukan mahram nya (ikhtilath), serta salam - salaman antara lawan jenis yang bukan mahram.

5. Banyak terjadinya pesta yang berlebih - lebihan, seperti membuat makanan dan minuman yang tidak bermanfaat, bahkan sampai dibuang dimana-mana.

6. Hari raya menjumpai sebagian orang, namun didalam hatinya masih ada sifat dengki dan permusuhan. padahal wajib bagi mereka untuk membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit berbahaya ini, karena hari raya adalah satu kesempatan untuk mensucikan jiwa dan menyatukan hati-hati kaum muslimin.

7. Sebagian orang tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan shalat idh dan tidak mau mendapatkan pahala nya.

8. Kelakuan anak - anak dan remaja yang memainkan petasan yang menganggu orang yang shalat dan merusak keamanan dan kenyaman. Berapa banyak musibah yang disebabkan oleh petasan ini.

Kami tidak melarang bentuk permainan yang baik dan boleh, khususnya bagi anak-anak, jika hal itu sesuai dengan ketentuan syari'at dan tidak dilarang.

9. Sebagian mereka ada menghidupkan malam-malam dan siang hari raya dengan merusak kehormatan kaum muslimin, sehingga anda dapati ia mencari-cari aurat kaum muslimin untuk dilihat. 

10. Ada juga orang yang menjadikan hari raya sebagai kesempatan untuk melipatganda usaha jeleknya, hal ini dilakukan untuk menipu dan berbohong serta memakan harta orang lain dengan batil. sehingga engkau dapati dia tidak takut menjual barang-barang yang Allah haramkan berupa makanan, minuman, alat permainan dan saran-saranan yang bisa menghancurkan rumah tangan dan masyarakat 

Demikian saja, pembahasan kita. 

Kami mengucapkan :
بقبل الله منا منكم

Taqabbalallahu Minna wa Minkum
"Semoga Allah menerima ibadah kami dan anda"

Maaf, kalau ada kata-kata yang kurang berkenan dan kasar selama kami menyampaikan artikel disini.

Terakhir saya tutup dengan sya'ir yang disebutkan oleh Syaikh Ath-Thayyar diakhir kitab nya :

"Tidak ada hari raya kecuali kita kembali ke agama.
Sampai tanah suci kita yang hilang kembali."

"Tidak ada hari raya kecuali kita menjadi umat yang
Menjadikan Muhammad sebagai satu-satunya panutan."

"Tidak ada hari raya kecuali kita mempersiapkan diri kita.
Untuk berperang sampai mendapatkan kemuliaan."

"Tidak ada hari raya kecuali hati-hati kita menghadapi
musuh seakan-akan seperti sebuah batu karang."

[Munkaraat al-Afraah, hal 67 karya Mahmud Mahdi Istambuli]

Alhamdulillah, selesai seluruh rangkaian pembahasan kita dari puasa sampai lebaran.

Semoga bermanfaat.

Merlung - Jambi, 30-08-2011

Prima Ibnu Firdaus ar-Rani

Untuk Download Artikel Klik Gambar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar