Saturday, November 5, 2011

Seri Sirah Nabawiyyah 4 - Masa Sebelum Kenabian


Masa Sebelum Kenabian

Manusia pada abad ke-6 dan ke-7 masehi, hidup dalam kegelapan dan kebodohan, ketika telah tersebar merata paganisme, khurafat, fanatisme kebangsaan, rasialisme dan kesenjangan antara tingkatan kehidupan manusia dalam tatanan sosial kemasyarakatan dan politik serta penyimpangan-penyimpangan yang sangat jauh dari fitrahnya mereka. Kemudian semua pemikiran dan ajaran yang membawa kepada perbaikan manusia baik yang datang dari para Nabi dan Rasul yang diturunkan kepada mereka ataupun dari para tokoh cendikiawan dan ahli hikmah yang masih berada diatas fithrohnya yang benar telah tersimpangkan dan dibuang jauh-jauh dari kehudupan mereka, sehingga benar-benar mereka menjadi masyarakat yang rusak dan jauh dari kebenaran. Keadaan ini merata kecuali pada sekelompok ahli kitab yang masih berpegang teguh dengan agama mereka yang benar dan belum tersimpangkan, namun mereka inipun telah habis seluruhnya atau sebagian besarnya menjelang kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini digambarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam sabdanya:

Seri Sirah Nabawiyyah 3 - Sumber Pengambilan Siroh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam (bagian 2)


Sumber Pengambilan Siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

-lanjutan dari sebelumnya-

2. Buku-buku Hadits (hadits -hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam)
Adapun arti pentingnya buku-buku hadits dalam pengambilan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamkembali kepada apa yang terkandung dalam buku-buku tersebut dari kumpulan ucapan, perbuatan, persetujuan dan sifat-sifat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam baik fisik ataupun akhlaq, karena hadits-hadits tersebut menceritakan kehidupan beliau sehari-hari sehingga memiliki hubungan yang erat sekali dalam pengambilan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan tidak diragukan lagi bahwa madah (isi materi) siroh dalam buku-buku hadits adalah akurat dan wajib di jadikan sandaran dalam pengambilan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan di dahulukan dari riwayat-riwayat yang ada dibuku-buku sejarah dan yang lainnya.
Diantara buku-buku hadits yang penting dan banyak menceritakan kejadian-kejadian sejarah siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Shohih Bukhory, Shohih Muslim, Jami’ At Tirmidzy, Sunan Abi Daud, Musnad Ahmad bin Hambal, Sunan An Nasa’i, Sunan Ibnu Majah dan Mushanaf Ibnu Ab Syaibah serta yang lain-lainnya.

Seri Sirah Nabawiyyah 2 - Mengenal Siroh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam


Mengenal Siroh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai sosok teladan yang baik merupakan pribadi yang harus kita ketahui perjalanan hidupnya sejak beliau lahir sampai wafat. Mengetahui siroh (sejarah) beliau shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan satu kewajiban yang dibebankan kepada umat ini karena beliau adalah perantara dan penafsir Alquran secara perkataan dan perbuatan, sehingga tidaklah mungkin kita dapat memahami ajaran agama kita tanpa mengetahui siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Oleh karena itu, kaum muslimin sejak masa-masa pertama perkembangan Islam telah sibuk mempelajari siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan merekam kejadian-kejadian yang terjadi pada beliau dan pada masa-masa beliau hidup serta bersungguh-sungguh menukil hal-hal tersebut dengan penukilan yang teliti dan akurat baik dalam buku-buku hadits dan siroh, atau buku-buku sejarah umum.

Seri Sirah Nabawiyyah 1 - Permusuhan yahudi Pada Islam Dalam Sejarah


Permusuhan Yahudi Pada Islam Dalam Sejarah

Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka.

Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.

Wednesday, November 2, 2011

Seri Syarh Nukhbatul Fikar (bagian 3)


Syarah Nukhbatul Fikar (bagian 3)

Materi Ketiga : Khabar Mutawatir

Syaikhul Islam Ibnu Hajar mengatakan di dalam Kitab Nukhbatul Fikar:

فَأَقُولُ : الخَبَرُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ لَهُ :
- طُرُقٌ بِلاَ عَدَدٍ مُعَيَّنٍ
- أَوْ مَعَ حَصْرٍ بِمَا فَوقَ الاِثْنَتَيْنِ
- أَوْ بِهِمَا
- أَوْ بِوَاحِدٍ
 فَالأَوَّلُ : المُتَوَاتِرُ المُفِيدُ لِلعِلْمِ اليَقِينِيِّ بِشُرُوطِهِ
 وَالثَّانِي : المَشْهُورُ وَهُوَ المُسْتَفِيضُ عَلَى رَأْيٍ
 وَالثَّالِثُ : العَزِيزُ وَلَيسَ شَرْطًا لِلصَّحِيحِ خِلاّفًا لِمَنْ زَعَمَهُ
 وَالرّابِعُ : الغَرِيبُ
 وَكُلُّهَا - سِوَى الأَوَّلِ - آحَادٌ وَفِيهَا المَقْبُولُ وَالمَرْدُودُ لِتَوَقُّفِ الاِستِدْلاَلِ بِهَا عَلَى البَحْثِ عَنْ أَحْوَالِ رُوَاتِهَا دُونَ الأَوَّلِ وَقَدْ يَقَعُ فِيهَا مَا يُفِيدُ العِلْمَ النَّظَرِيَّ بِالقَرَائِنَ عَلَى المُخْتَارِ.

Terjemahan / Artinya:
Maka aku katakan: Suatu Khabar ada yang memiliki:
- jalur periwayatan yang banyak dan jumlahnya tidak menentu.
- adapula yang memiliki jalur periwayatan lebih dari dua dengan jumlah tertentu.
- adapula yang hanya dua.
- bahkan ada yang memiliki satu jalur saja.

Monday, October 31, 2011

Seri Syarh Nukhbatul Fikar (bagian 2)


Syarh Nukhbatul Fikar (bagian 2)

Kajian Kedua : Pembagian Khabar berdasarkan Banyaknya jalur periwayatan.

Syaikhul Islam Ibnu Hajar mengatakan di dalam Kitab Nukhbatul Fikar:

فَأَقُولُ : الخَبَرُ إِمَّا أَنْ يَكُونَ لَهُ :
- طُرُقٌ بِلاَ عَدَدٍ مُعَيَّنٍ
- أَوْ مَعَ حَصْرٍ بِمَا فَوقَ الاِثْنَتَيْنِ
- أَوْ بِهِمَا
- أَوْ بِوَاحِدٍ
 فَالأَوَّلُ : المُتَوَاتِرُ المُفِيدُ لِلعِلْمِ اليَقِينِيِّ بِشُرُوطِهِ
 وَالثَّانِي : المَشْهُورُ وَهُوَ المُسْتَفِيضُ عَلَى رَأْيٍ
 وَالثَّالِثُ : العَزِيزُ وَلَيسَ شَرْطًا لِلصَّحِيحِ خِلاّفًا لِمَنْ زَعَمَهُ
 وَالرّابِعُ : الغَرِيبُ
 وَكُلُّهَا - سِوَى الأَوَّلِ - آحَادٌ وَفِيهَا المَقْبُولُ وَالمَرْدُودُ لِتَوَقُّفِ الاِستِدْلاَلِ بِهَا عَلَى البَحْثِ عَنْ أَحْوَالِ رُوَاتِهَا دُونَ الأَوَّلِ وَقَدْ يَقَعُ فِيهَا مَا يُفِيدُ العِلْمَ النَّظَرِيَّ بِالقَرَائِنَ عَلَى المُخْتَارِ.

Terjemahan/Artinya:

Seri Syarh Nukhbatul Fikar (bagian 1)

Syarh Nukhbatul Fikar (bagian 1)

Muqaddimah

Mengenal Kitab Nukhbatul Fikar
            Nukhbatul fikar adalah kitab ringkasan ilmu musthalahul hadits yang ditulis oleh ulama besar Syaikhul Islam Ahmad ibn Ali atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Hajar rahimahullah. Kitab ini sangat ringkas berisi definisi-definisi dan istilah-istilah yang digunakan para ulama hadits.

Kitab-kitab ringkasan seperti ini sering kita kenal dengan sebutan kitab matan. Apa fungsi dari kitab-kitab ringkasan seperti ini. Kitab matan adalah kitab yang didedikasikan bagi mereka yang baru mempelajari sutu disiplin ilmu. Biasanya para penuntut ilmu yang baru memulai pembalajaran menghafal kitab-kitab matan kecil seperti ini. Di setiap disiplin ilmu akan kita temui kitab ringkasan semacam Nukhbatul Fikar ini. Dalam disiplin ilmu aqidah kita akan temukan matan Aqidah Thahawiyah, dalam disiplin ilmu Ushul Fiqih kita akan temukan matan Waraqat, dalam disiplin ilmu tajwid kita juga akan temukan matan Muqaddimah Jazariyyah, dan masih banyak lagi. Ini semua sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu.

Nah, kitab Nukhabatul Fikar ini juga demikian. Kitab ini adalah matan terendah dalam disiplin ilmu musthalahul hadits. Hendaknya bagi seorang pemula yang ingin memperdalam ilmu hadits agar mempelajari kitab-kitabnya mulai dari yang terendah kemudian bertahap sampai kepada kitab yang pembahasannya lebih luas.

Seri Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (bagian 5)


Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (5) – Selesai

وَالْمُنْكَرُ الفَرْدُ بِهِ رَاوٍ غَدَا           تَعْدِيْلـُهُ لاَ يَحْمِلُ التَّفَرُّدَا
Munkar adalah hadis yang menyendiri seorang rawi dengannya, dalam kondisi
Keadilannya tidak mencapai derajat rawi yang pantas menyendiri
Munkar, menurut kebanyakan para ahli ilmu adalah hadis yang seorang rawi menyendiri sementara rawi tersebut bukanlah orang yang pantas menyendiri dalam riwayat seperti ini. Menyendiri maksudnya adalah hadis yang ia riwayatkan itu tidak dikenal dari para perawi yang lain, baik dari jalur periwayatan ia sendiri atau dari jalur periwayatan yang lain.
Dari definisi ini, munkar memiliki kaitan yang erat dengan gharib dan fard. Bedanya hanyalah istilah munkar khusus untuk yang salah satu perawinya adalah orang yang tidak mencapai derajat rawi yang pantas/boleh menyendiri dalam periwayatan tersebut.

Seri Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (bagian 4)

Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (4)

وَالْفَرْدُ مَا قَيَّدْتَـهُ بِثـِقَةِ         أَوْ جَمْعٍ اوْ قَصْرٍ عَلىَ رِوَايَةِ
Dan hadis fard (menyendiri) adalah yang engkau ikat dengan rawi tsiqah
Atau dengan jamaah, atau dengan pembatasan pada sebuah riwayat
Selanjutnya hadis fard, yang secara bahasa artinya menyendiri. Hadis fard terbagi dua. Pertama, fard mutlak; yaitu hadis yang diriwayatkan dengan satu jalur periwayatan. seorang rawi menyendiri dalam periwayatan hadis tersebut dan tidak ada yang menyepakatinya.

Seri Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (bagian 3)


Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (3)



وَكُلُّ مَا قَلَّتْ رِجَالُهُ عَلاَ           وَضِدُّهُ ذَاكَ الَّذِيْ قَدْ نَزَلاَ
Dan setiap hadis yang sedikit rijalnya, maka ia tinggi (aaly)
Dan yang sebaliknya, maka ia turun (nazil)
Selanjutnya penulis menyebutkan istilah aaly dan nazil. Kedua istilah ini adalah diantara bahasan hadis yang hanya terkait dengan sanad, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan matn. Sanad Aaly adalah sanad yang jumlah perawinya sedikit. Sehingga antara seorang muhaddis dengan Rasulullah hanya terdapat beberapa jumlah perawi saja. Sedangkan nazil adalah kebalikan dari aaly, ia adalah sanad yang jumlah perawinya banyak.
Tentu saja masalah aaly dan nazil ini bersifat relatif. Karena sebuah sanad terkadang disebut aaly saat dibandingkan dengan suatu sanad, namun disebut nazil jika dibandingkan dengan sanad yang lain. Begitu juga dengan sanad nazil.

Seri Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (bagian 3)


Syarh Ringkas Al-Mandzumah Al-Baiquniyyah (3)



وَكُلُّ مَا قَلَّتْ رِجَالُهُ عَلاَ           وَضِدُّهُ ذَاكَ الَّذِيْ قَدْ نَزَلاَ
Dan setiap hadis yang sedikit rijalnya, maka ia tinggi (aaly)
Dan yang sebaliknya, maka ia turun (nazil)
Selanjutnya penulis menyebutkan istilah aaly dan nazil. Kedua istilah ini adalah diantara bahasan hadis yang hanya terkait dengan sanad, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan matn. Sanad Aaly adalah sanad yang jumlah perawinya sedikit. Sehingga antara seorang muhaddis dengan Rasulullah hanya terdapat beberapa jumlah perawi saja. Sedangkan nazil adalah kebalikan dari aaly, ia adalah sanad yang jumlah perawinya banyak.
Tentu saja masalah aaly dan nazil ini bersifat relatif. Karena sebuah sanad terkadang disebut aaly saat dibandingkan dengan suatu sanad, namun disebut nazil jika dibandingkan dengan sanad yang lain. Begitu juga dengan sanad nazil.

Sekilas Info

SEKILAS INFO Bismillah Alhamdulillah Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, keluar...