Showing posts with label Fatwa. Show all posts
Showing posts with label Fatwa. Show all posts

Wednesday, February 29, 2012

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 10 - Teori Evolusi)


Teori Evolusi Menurut Islam dan Proses Penciptaan Adam dan Anak Keturunannya

Jilid 1, Juz 1 Kitab Aqidah Bab Teori Evolusi
Pertanyaan no, 5. Fatwa no, 5167. Halaman 68-70.

Pertanyaan:
Ada sebagian orang yang mengatakan: bahwa sesungguhnya manusia pada zaman dahulu kala berasal dari kera dan kemudian berevolusi. Apakah ini benar, dan apakah ada bukti untuk mendukung perkataan ini?

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 9 - Tentang Rezeki 2)


Apakah Rezeki Yang Telah Ditetapkan Dan Ditentukan Untuk Saya Menjadikan Saya Tidak Dapat Menambah Atau Mengurangi Rezeki Itu?

Jilid 1, Juz 1 Kitab Aqidah Bab Tauhid Rububiyyah
Pertanyaan no, 2. Fatwa no, 10909. Halaman 68.

Pertanyaan:
Sebagian orang berkata bahwa: Rezeki telah ditetapkan dan ditentukan oleh Allah. Apakah ketika saya meningkatkan kualitas pekerjaan saya sehari-hari bisa mendapatkan rezeki yang lebih? Apakah rezeki yang telah ditetapkan dan ditentukan untuk saya menjadikan saya tidak dapat menambah atau mengurangi rezeki itu?
Apakah ada kitab yang menjelaskan masalah ini? Tolong, bimbinglah kami.

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 8 - Tentang Rezeki)


Apakah Ada Manusia Yang Dapat Memberikan Rezeki Kepada Makhluk Lainnya Atau Melindungi Mereka Dari Bahaya?

Jilid 1, Juz 1 Kitab Aqidah Bab Tauhid Rububiyyah
Pertanyaan no, 6. Fatwa no, 9688. Halaman 67.

Pertanyaan:
Apakah ada manusia yang dapat memberikan rezeki kepada makhluk lainnya atau melindungi mereka dari bahaya?

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 7 - Hukum Mursyid)


Hukum Mempercayai Bahwa Seorang Mursyid (Pembimbing Spiritual) Dapat Memberikan Keturunan

Jilid 1, Juz 1 Kitab Aqidah Bab Tauhid Rububiyyah
Pertanyaan no, 4. Fatwa no, 189. Halaman 65-67.

Pertanyaan:
Apa hukumnya seseorang yang meyakini bahwa seorang Mursyid (pembimbing spiritual) dapat memberikannya seorang anak, atau meyakini bahwa seorang Mursyid dapat menyebabkan bertambah dan berkurangnya rezeki?

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 6 - Hukum Menganti Jenis Kelamin)


Hukum Merubah Jenis Kelamin Laki-Laki Menjadi Perempuan Atau Sebaliknya

Jilid 1, Juz 1 Kitab Aqidah Bab Tauhid Rububiyyah
Fatwa no. 8805. Halaman 64-65.

Pertanyaan:
Kami melihat dan membaca di beberapa surat kabar Arab tentang beberapa operasi yang dilakukan oleh para dokter di Eropa dengan merubah jenis kelamin laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya. Apakah ini benar? Dan apakah ini tidak termasuk merubah-rubah ciptaan Yang Maha Pencipta, mengingat bahwa Allah adalah semata-mata Yang Maha Pencipta dan Yang Membentuk Rupa dari semua bentuk kehidupan? Apa hukum Islam dalam melakukan hal ini?

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 5 - Ayat atau Hadits yang menyatakan bahwa ada 7 lapis bumi)



Ayat Al-Qur-an Al-Karim Atau Hadits Yang Menyatakan Bahwa Ada Tujuh Lapis Bumi

Fatwa no. 8805.

Pertanyaan:
Apakah ada ayat Al-Qur-an Al-Karim atau Hadits yang menyatakan bahwa ada tujuh lapis bumi? Karena hal ini telah menjadi perbedaan pendapat di antara kami. Jika demikian pada surat apa di dalam Al-Qur-an Al-Karim atau adakah Hadits menyatakan hal ini? Semoga Allah membalas Anda yang dengan kebaikan.

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 4 - Batu di Baitul Maqdis melayang benarkah?)



Apakah Benar Batu di Baitul-Maqdis (Yerusalem) melayang di udara?

Pertanyaan Keempat, Fatwa no, 782.

Pertanyaan:
Ada yang mengatakan kepada kami bahwa batu keramat dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai perjalanan Mi’raaj ke langit pada malam Mi’raaj, batu itu melayang di udara karena kekuatan Allah. Berikanlah fatwa kepada kami jika hal ini benar. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 3 - Tentang Tafakkur)


Pertanyaan Ketiga, Fatwa no 782.

Pertanyaan:
Kami memiliki anak-anak dan kami menginginkan mereka bertafakkur tentang apa yang telah Allah subhanaahu wata’aala ciptakan. Apakah yang menahan tanah yang ada di permukaan air yang mencegahnya jatuh ke dalam air?

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 2 - Tauhid Rububiyyah)



Bab Tauhid Rububiyyah

Pengaturan Alam Semesta

Pertanyaan Pertama, Fatwa no 9272.

Pertanyaan: Apakah seseorang yang meyakini bahwa ada selain Allah yang mengatur alam semesta adalah kafir?

Jawab: Siapa saja yang meyakini hal ini dianggap kafir, karena ia telah menyekutukan Allah dalam Rububiyyah-Nya. Dia bahkan lebih buruk kekafirannya daripada orang-orang musyrikin yang telah menyekutukan Allah dalam Uluhiyyah-Nya.

Fatwa Lajnah Daimah (Bagian 1 - Pembagian Tauhid)



Pembagian Tauhid

Pertanyaan pertama, Fatwa no. 9772.

Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Asma Wash-Shifaat Wadz-Dzaat?

Jawab: Tauhid Rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatanNya seperti : Dialah yang Maha Pencipta, yang Maha memberi Rezki, yang menghidupkan,yang mematikan, dan semisalnya.
Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan Allah dalam hal peribadatan seperti: Shalat, Zakat, Puasa, Haji, Nadzar, Sembelihan, dan semisalnya.
Tauhid Asma dan Sifat adalah mengesakan Allah dalam hal penetapan sifat akan diri-Nya berdasarkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya tanpa Tasybih (penyerupaan), Tamtsil (permisalan), Tahrif (pengubahan), dan Ta'thil (penolakan atau peniadaan) juga Takyif (menanyakan kaifiyatnya).

Saturday, October 22, 2011

Hukum Tulisan "Allah" dan "Muhammad" di dinding

Hukum Tulisan "Allah" dan "Muhammad" di dinding



سئل فضيلة الشيخ ابن عثيمين في كتاب المناهي اللفظية: كثيرا ما نرى على الجدران كتابة لفظ الجلالة (الله) , وبجانبها لفظ محمد صلى الله عليه وسلم أو نجد ذلك على الرقاع, أو على الكتب،أو على بعض المصاحف فهل موضعها هذا صحيح ؟.
فأجاب قائلا : موقعها ليس بصحيح لأن هذا يجعل النبي صلى الله عليه وسلم ، نداً لله مساوياً له ، ولو أن أحدا رأي هذه الكتابة وهو لا يدري المسمى بهما لأيقن يقيناً أنهما متساويان متماثلان ، فيجب إزالة اسم رسول الله صلى الله عليه وسلم ويبقى النظر في كتابة : (الله) وحدها فإنها كلمة يقولها الصوفية ، و يجعلونها بدلا عن الذكر ، يقولون (الله الله الله) ، وعلى هذا  فلا يكتب (الله) ، ولا (محمد) على الجدران ، ولا على الرقاع ولا في غيره
Yang Mulia Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya di dalam kitab Al Manaahi Al Lafzhiyyah (sebagai berikut), “Sering kita melihat di atas dinding terdapat tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah), dan di sampingnya ada lafaz Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama, atau kita mendapati itu di kain, atau di buku-buku, atau pada sebagian mushaf, apakah penempatannya benar?

Beliau menjawab, “Penempatannya tidak benar, karena ini menjadikan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama tandingan bagi Allah dan menyamaiNya. Dan kalaulah orang yang tidak paham maksud dua tulisan tersebut melihatnya niscaya dia meyakini bahwa keduanya adalah sama dan semisal.

Maka wajib menghapus nama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan cukup melihat kepada tulisan lafaz Al Jalaalah (Allah) saja. Dan lafazh (Allah)  juga adalah kalimat yang sering diucapkan oleh kalangan sufiyah,  sebagai ganti zikir, mereka mengucapkan (Allah .. Allah .. Allah). Berdasarkan ini Maka tidak perlu ditulis (Allah) dan (Muhammad) di atas dinding, kain dan lainnya. (http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=22707)

diterjemahkan oleh Ustadz Abu Zubair Hawaary

arsip abuzubair.net

Sekilas Info

SEKILAS INFO Bismillah Alhamdulillah Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, keluar...