SEKILAS INFO
Bismillah
Alhamdulillah
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, keluarga beliau dan sahabat beliau, serta orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.
Amma Ba'du :
Alhamdulillah, setelah lama blog ini terbengkalai disebabkan satu hal dan lain nya.
Maka setelah idhul fithri insya Allah blog ini akan memulai lagi posting - postingan nya.
semoga ada manfaat yang bisa diambil dari sini.
Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Tuesday, June 12, 2018
Tuesday, June 3, 2014
Dikencingi Syaithan Sehingga Tidak Bangun Shalat Subuh
Dikencingi Syaithan Sehingga Tidak Bangun Shalat Subuh
"Disebutkan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam seseorang yang tertidur semalaman sampai pagi, beliau bersabda : "Orang itu, telah dikencingi Syaithan kedua telinga nya." (atau sabda beliau : Pada telinga nya)." [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah no 3270 dan Imam Muslim rahimahullah no 774]
Penjelasan ringkas :
"Seseorang..." masuk juga kedalam hadits ini perempuan.
"...yang tertidur semalaman" yakni dia tidur nyenyak sampai lewat shalat subuh.
"....dikencingi Syaithan..." yakni memberikan makna yang hakiki. Syaithan telah mengencingi telinganya secara benar, sebagaimana Syaithan juga makan, minum dan jima'. Syaithan meremehkan dan menjadikan telinga orang itu seperti WC (Kakus) sebagai tempat kencing. Dengan demikian, orang tersebut tidak mendengarkan adzan.
Inilah keadaan orang yang tidur, ketika dia tidak berdoa dan berdzikir sebelum tidur, ketika dia tidak membaca ayat kursi, surat al-ikhlas, al-falaq dan an-nas dan tidak membaca doa sebelum tidur.
Insya'Allah bersambung ke, Ikatan Syaithan Ketika Tidur
Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Jambi, Rabu : 6 Sya'ban 1435 H / 4 Juni 2014 M
Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu'anhu, ia bercerita :
ذُكِرَ
عِنْدَ النَّّبِيِّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةَ حَتَّى أَصْبَحَ ,
قَالَ : ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِيْ أُذُنَيْهِ , (أو قال : فِيْ
أُذُنِهِ)
"Disebutkan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam seseorang yang tertidur semalaman sampai pagi, beliau bersabda : "Orang itu, telah dikencingi Syaithan kedua telinga nya." (atau sabda beliau : Pada telinga nya)." [Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah no 3270 dan Imam Muslim rahimahullah no 774]
Penjelasan ringkas :
"Seseorang..." masuk juga kedalam hadits ini perempuan.
"...yang tertidur semalaman" yakni dia tidur nyenyak sampai lewat shalat subuh.
"....dikencingi Syaithan..." yakni memberikan makna yang hakiki. Syaithan telah mengencingi telinganya secara benar, sebagaimana Syaithan juga makan, minum dan jima'. Syaithan meremehkan dan menjadikan telinga orang itu seperti WC (Kakus) sebagai tempat kencing. Dengan demikian, orang tersebut tidak mendengarkan adzan.
Inilah keadaan orang yang tidur, ketika dia tidak berdoa dan berdzikir sebelum tidur, ketika dia tidak membaca ayat kursi, surat al-ikhlas, al-falaq dan an-nas dan tidak membaca doa sebelum tidur.
Insya'Allah bersambung ke, Ikatan Syaithan Ketika Tidur
Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Jambi, Rabu : 6 Sya'ban 1435 H / 4 Juni 2014 M
Saturday, May 31, 2014
Membasuh Kemaluan Ketika Ingin Wudhu, adakah Sunnah nya?
Membasuh Kemaluan Ketika Ingin Wudhu, adakah Sunnah nya?
Syaikh DR.Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin rahimahullah menjelaskan :
"Peringatan Penting, Sebelum berwudhu', seorang Muslim TIDAK DISYARATKAN untuk membasuh kemaluan nya terlebih dahulu, karena membasuh kemaluan itu (baik kemaluan ataupun dubur) hanya diperintahkan setelah buang air besar (berak) atau buang air kecil (kencing). Adapun ketika hendak wudhu', maka tidak termasuk kedalam perintah itu. Wallahu a'lam." [Sifat Wudhu' Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, Syaikh DR.Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin]
Syaikh DR.Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin rahimahullah menjelaskan :
"Peringatan Penting, Sebelum berwudhu', seorang Muslim TIDAK DISYARATKAN untuk membasuh kemaluan nya terlebih dahulu, karena membasuh kemaluan itu (baik kemaluan ataupun dubur) hanya diperintahkan setelah buang air besar (berak) atau buang air kecil (kencing). Adapun ketika hendak wudhu', maka tidak termasuk kedalam perintah itu. Wallahu a'lam." [Sifat Wudhu' Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, Syaikh DR.Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin]
Monday, May 26, 2014
Status Wudhu' Yang Masih Menyisakan Sisa-Sisa Makanan Di Sela-Sela Gigi
Status Wudhu' Yang Masih Menyisakan Sisa-Sisa Makanan Di Sela-Sela Gigi
Soal :
Biasanya setelah selesai makan sisa-sisa makanan masih tertinggal di sela-sela gigi. Ketika berwudhu' atau mandi janabah kami tidak bisa menghilangkan sisa-sisa makanan yang melekat tersebut. Sahkah wudhu' dan mandi janabah kami?
Biasanya setelah selesai makan sisa-sisa makanan masih tertinggal di sela-sela gigi. Ketika berwudhu' atau mandi janabah kami tidak bisa menghilangkan sisa-sisa makanan yang melekat tersebut. Sahkah wudhu' dan mandi janabah kami?
Jawab :
Alhamdulillah, wudhu' dan mandi janabah Anda tetap SAH walaupun masih tersisa sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Namun menghilangkannya tentunya lebih baik.
Alhamdulillah, wudhu' dan mandi janabah Anda tetap SAH walaupun masih tersisa sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Namun menghilangkannya tentunya lebih baik.
Fatawa Lajnah Daimah V/234.
sumber : klik ini
Tidak Disunnahkan Mengusap Leher Ketika Berwudhu'
Tidak Disunnahkan Mengusap Leher Ketika Berwudhu'
Soal :
Bolehkah mengusap leher ketika berwudhu' ataukah hal itu tidak tersebut dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ?
Jawab :
Alhamdulillah, tidak ada satupun nash (dalil) Al-Qur'an maupun As-Sunnah (Hadits) yang menjelaskan bahwa mengusap leher termasuk dalam tata cara berwudhu'. Oleh sebab itu tidak disunnahkan (diajarkan) mengusap nya.
Fatawa Lajnah Daimah V/235.
sumber : klik ini
Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Pria Dan Wanita
Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Pria Dan Wanita
Apa hukumnya memelihara (memanjangkan) kuku bagi kaum pria dan wanita? Jika memang diharamkan, apa hikmah dibalik pelarangan itu?
Jawab :
Alhamdulillah, memotong kuku termasuk salah satu perkara fitrah, berdasarkan sabda nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam:
"Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak." (Hadits Shahih Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)
Hukum Berwudhu' Dalam Keadaan Aurat Terbuka
Hukum Berwudhu' Dalam Keadaan Aurat Terbuka Sedikit atau Seluruhnya (Telanjang)
Soal :
Seperti dimaklumi aurat kaum lelaki mulai dari pusar hingga lutut. Bagaimanakah hukumnya bila ia berwudhu' dalam keadaan telanjang atau mengenakan celana pendek yang tidak menutup lututnya?
Jawab :
Alhamdulillah, wudhu' nya SAH. Sebab membuka aurat dan mengenakan celana pendek bukanlah pembatal wudhu'. Hanya saja ia tidak boleh menampakkan auratnya di hadapan kaum wanita selain istrinya atau budak perempuannya, yaitu budak yang boleh digaulinya.
[Fatawa Lajnah Daimah V/235]
Sumber : klik ini
4 Macam Luka dan Cara Membasuhnya Ketika Berwudhu
4 Macam Luka dan Cara Membasuhnya Ketika Berwudhu
-Penting, pahamilah dengan baik-
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
"Apabila terdapat luka pada anggota tubuh yang luka pada anggota yang disucikan, maka ada beberapa tingkatan yang perlu dilakukan yakni :
1. Pertama : Luka yang terbuka (tidak diperban) dan tidak membahayakan jika dibasuh. Maka pada luka yang kondisinya seperti ini wajib dibasuh.
2. Kedua : Luka yang terbuka (tidak diperban) tetapi membahayakan jika dibasuh, maka pada luka yang kondisinya seperti ini dia wajib mengusap, tidak wajib membasuhnya.
3. Ketiga : Luka yang terbuka dan membahayakan jika dibasuh dan diusap, maka pada kondisi luka seperti ini hendaknya ia bertayamum.
4. Keempat : Luka yang dibalut dengan perban, atau sejenisnya yang dibutuhkan. Maka pada kondisi luka seperti ini, ia cukup mengusap perban nya tanpa harus membasuhnya ketika berwudhu.
[Jawaban dari pertanyaan 24, bersama Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin]
semoga bermanfaat.
-Penting, pahamilah dengan baik-
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
"Apabila terdapat luka pada anggota tubuh yang luka pada anggota yang disucikan, maka ada beberapa tingkatan yang perlu dilakukan yakni :
1. Pertama : Luka yang terbuka (tidak diperban) dan tidak membahayakan jika dibasuh. Maka pada luka yang kondisinya seperti ini wajib dibasuh.
2. Kedua : Luka yang terbuka (tidak diperban) tetapi membahayakan jika dibasuh, maka pada luka yang kondisinya seperti ini dia wajib mengusap, tidak wajib membasuhnya.
3. Ketiga : Luka yang terbuka dan membahayakan jika dibasuh dan diusap, maka pada kondisi luka seperti ini hendaknya ia bertayamum.
4. Keempat : Luka yang dibalut dengan perban, atau sejenisnya yang dibutuhkan. Maka pada kondisi luka seperti ini, ia cukup mengusap perban nya tanpa harus membasuhnya ketika berwudhu.
[Jawaban dari pertanyaan 24, bersama Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin]
semoga bermanfaat.
Sunday, May 18, 2014
Hukum Mengusap Kaus Kaki Yang Koyak (Robek) Dan Kaus Kaki Yang Transparan
Hukum Mengusap Kaus Kaki Yang Koyak (Robek) Dan Kaus Kaki Yang Transparan
Soal :
Apa hukumnya mengusap kaus kaki yang robek atau transparan?
Apa hukumnya mengusap kaus kaki yang robek atau transparan?
Jawab :
Fatawa Lajnah Daimah V/246.
Hukum Membasuh Perban Saat Berwudhu
Hukum Membasuh Perban (Pembalut Luka) Saat Berwudhu'
Soal :
Pada kaki saya tumbuh benjolan seperti bisul. Tindakan pengobatan yang saya lakukan adalah membalut bisul tersebut dengan pembalut agar tidak terkena air saat berwudhu'. Bagaimanakah status wudhu' saya itu?
Pada kaki saya tumbuh benjolan seperti bisul. Tindakan pengobatan yang saya lakukan adalah membalut bisul tersebut dengan pembalut agar tidak terkena air saat berwudhu'. Bagaimanakah status wudhu' saya itu?
Jawab :
Hukum Berwudhu Sambil Berbicara
Hukum Berwudhu Sambil Berbicara
Bismillah.
Madzhab Malikiyah menegaskan dimakruhkannya berbicara tanpa dibutuhkan, yang isinya selain dzikir kepada Allah. Sementara menurut madzhab Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hambali, berbicara ketika wudhu di luar kebutuhan hukumnya kurang utama. Artinya lebih diutamakan diam.
Hukum Berwudhu', Minum Dan Buang Air Kecil Sambil Berdiri
Hukum Berwudhu', Minum Dan Buang Air Kecil Sambil Berdiri
Soal :
Adakah larangan berwudhu', minum dan buang air kecil sambil berdiri?
Jawab :
Alhamdulillah, seorang muslim boleh berwudhu' menurut keadaan yang lapang baginya, boleh duduk ataupun berdiri. Ia boleh minum sambil duduk ataupun berdiri, hanya saja mimun sambil duduk lebih utama. Demikian pula ia boleh buang air kecil sambil berdiri jika memang dibutuhkan dan auratnya tidak terlihat oleh orang lain serta tidak dikhawatirkan terkena percikan air seninya sendiri. Buang air kecil sambil duduk tentu lebih utama, sebab itulah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Apakah harus berwudhu ketika membaca al-Quran di Hp atau Tablet?
Apakah harus berwudhu ketika membaca al-Quran di Hp atau Tablet?
Soal :
Wahai Syaikh, Apakah membaca al-Quran menggunakan HP (tablet, komputer dan semisalnya) mengharuskan berwudhu (bersuci)? dan juga saat menyentuh ayat dilayarnya? apakah benar demikian?
Jawab :
Syaikh DR.Shaleh Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab :
"Tidak (demikian), Tidak harus bersuci. Bersuci hanya (diperintahkan) saatmenyentuh Mushaf Al-Qur'an langsung.
Monday, April 14, 2014
Resensi Buku Ummahatul Mukminin - Muhammad Fathi Mas'ad
RESENSI BUKU “UMMAHATUL MUKMININ”
Oleh
Prima Saputra
Bismillah.
Alhamdulillah.
Semoga Shalawat dan Salam Tercurahkan kepada Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa salam dan keluarga beliau. Amma ba’du :
a.
Pentingnya Mempelajari Sejarah Ummahatul Mukminin
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
النَّبِيُّ
أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ
أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu
(hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan
isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka…” [Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 6]
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa ta’ala menyebut
isteri – isteri Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dengan sebutan ibu –
ibu mereka yakni isteri Nabi adalah Ummahatul Mukminin (Ibu bagi orang yang
beriman).
Para Sahabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in dan generasi yang
mengikuti mereka sangat mengetahui bahwa isteri – isteri Nabi Muhammad
Shallallahu’alaihi wa sallam adalah Ummahatul Mukminin, dimana mereka mempunyai
kedudukan tersendiri didalam Islam, mempunyai peran yang sangat besar didalam dakwah
Islam dan penyebaran Islam.
Sampai muncul kaum Rafidhah – Syiah, yang mencela, mencaci maki dan
menjatuhkan kehormatan Ummatul Mukminin. Hal ini termaktum didalam kitab –
kitab mereka, bahkan dimajelis – majelis mereka.
Didalam kitab Ikhtiyar Ma’rifatur Rijal karya tokoh syi’ah
Ath-Thusi, meriwayatkan bahwa salah seorang sahabat pernah berkata kepada
‘Aisyah : “Kamu (wahai Aisyah) tidak lain hanyalah seorang pelacur dari
sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah.”
Ini salah satu bentuk celaan kaum Syi’ah terhadap Ummahatul
Mukminin, dan kedustaan orang – orang syi’ah yang mengatas namakan sahabat
Nabi, padahal para Sahabat Nabi sangat menghormati Ummahatul Mukminin, karena
mereka (para Sahabat) mengetahui kedudukan Ummahatul Mukminin.
Maka dari itu, mengetahui tentang Ummahatul Mukminin salah satu
hal yang penting bagi seorang muslim. Apalagi dizaman sekarang, dimana fitnah
syi’ah sudah menyebar di negeri Indonesia ini. Semoga Allah melindungi kaum
Muslimin dari fitnah syi’ah.
Penulis buku Ummahatul Mukminin, Muhammad Fathi Mas’ad berkata
didalam Muqaddimahnya setelah menjelaskan kedudukan ummahatul mukminin, beliau
berkata : “Sesungguhnya, mengetahui sejarah Ummahatul Mukmin dan kehidupan
mereka bersama Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam merupakan suatu kewajiban
Islam yang pokok (utama). Mengetahui keunggulan dan kedudukan mereka yang agung
itu juga lebih diharuskan. Menelaah sirah (sejarah) mereka termasuk salah satu
sarana pendidikan dan penyucian jiwa yang paling utama, karena garis edarnya
berada dikutub keteladanan dan panutan, sehingga tidak ada sesuatupun yang
dilakukan seseorang pada dirinya melainkan seperti perbuatan sang teladan dan
panutan.” [Mukadimah Ummahatul Mukminin hal 2 – 3, cetakan Pustaka Al-Qowam]
Karena hal inilah kami tertarik untuk meresensi buku yang insya’Allah bagus ini.
b. Tentang Buku
Ummahatul Mukminin
Buku ini salah satu buku yang sangat bagus membahas tentang
Ummahatul Mukminin.
Judul asli buku ini adalah Ummahatul Mukminin yang ditulis oleh
salah seorang Ulama Al-Azhar Asy-Syarif Mesir yang bernama Muhammad Fathi
Mas’ad. Dicetak dan diterbitkan oleh Darul Tauji’ wal Nasyr Islamiyah, Cetakan
Pertama tahun 1421 H / 2001 M.
Kemudian kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa indonesia oleh
penerbit Al-Qowam. Dengan judul edisi terjemahan Ummahatul Mukminin (Isteri –
Isteri Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Ibunda Orang – Orang Beriman).
Cetakan Pertama tahun 1434 H / 2013 M.
Tidak banyak buku – buku para ulama yang sudah diterjemahkan
kedalam bahasa Indonesia yang membahas tentang biografi dan sejarah hidup
Ummahatul Mukmin dengan lengkap, fokus, ringkas, padat dan ilmiah seperti buku
ini.
Buku ini dikatakan LENGKAP dan FOKUS, karena pembahasan nya fokus
kepada sejarah hidup Ummahatul Mukminin, mulai dari nasab, sifat – sifat
mereka, kehidupan mereka sebelum dan setelah menikah dengan nabi
Shallallahu’alaihi wa sallam, kedudukan dan keutamaan mereka, ibadah – ibadah
mereka, perjuangan mereka didalam menyebarkan islam, dan sisi kehidupan mereka
yang lain nya yang menarik dan sangat sayang jika dilewatkan membaca nya,
sampai kepada wafat nya mereka.
Buku ini dikatakan RINGKAS dan PADAT, karena pembahasan nya yang
lengkap tentang biografi sejarah ummahatul mukmin, dengan menyajikan 11
(sebelas) biografi yakni Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab bin
Khuzaimah, Hindun, Zainab binti Jahasyi, Juwairiyah, Shafiyah, Ramlah dan
Maimunah –semoga Allah meridhai mereka semua- hanya menghabiskan 255 halaman,
yang termasuk 4 halaman mukaddimah penulis dalam nya.
Buku ini dikatakan ILMIAH, karena penulis –Muhammad Fathi Mas’ad-
menyebutkan referensi yang banyak sekali, hal ini bisa kita lihat pada catatan
kaki (foot note), terutama diawal pembahasan setiap biografi ummahatul
mukminin. Walaupun buku ini tidak dilengkapi dengan daftar pustaka dibelakang
nya, namun referensi yang dibawakan penulis pada catatan kaki, sudah mewakili
dan mencakup daftar pustaka.
Berikut perkataan penulis tentang buku nya yang lengkap, ringkas, padat dan ilmiah, Muhammad Fathi Mas’ad berkata tentang isi bukunya : “Dalam kitab ini –dengan pertolongan dan taufik Allah- saya persembahkan sejarah ringan dan sederhana Ummahatul Mukminin (ibunda orang – orang beriman), kehidupan mereka bersama Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, kedudukan dan keutamaan mereka. Saya menjaga poin – poin pelajaran dan kajian serta berita dari sejarah ini supaya manfaatnya merata, insya Allah, jauh dari perkataan yang berbelit – belit dan penuturan yang panjang lebar. Pembaca yang budiman akan mendapati bahwa dalam kitab ini saya hanya membatasi pembahasan pada isteri – isteri Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang mendapat gelar : Ummahatul Mukminin (ibunda orang – orang beriman). Saya tidak berbicara tentang para wanita yang dinikahi Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tetapi belum pernah sampai berkumpul dengan beliau. Saya juga tidak bertutur beberapa wanita yang menghadiahkan dirinya kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Kitab ini juga tidak memuat seluruh riwayat dan berita tentang Ummahatul Mukminin, karena saya hanya ingin mengambarkan kepribadian mereka secara sederhana dan mudah dipahami. Sudah sepantasnya kita menelaah sejarah kehidupan mereka dan mendidik anak – anak kita, baik laki – laki maupun perempuan, berdasarkan jejak hidup dan keutamaan mereka.” [Mukaddimah Ummahatul Mukminin hal 3 – 4, cet Pustaka Al-Qowam]
Demikian saja resensi buku Ummahatul Mukminin karya Muhammad Fathi
Mas’ad, edisi cetakan terjemahan Pustaka Al-Qowam. Semoga bermanfaat.
c.
Info Buku :
1.
Penulis Buku :
Muhammad Fathi Mas’ad.
2.
Judul asli :
Ummahatul Mu’minin.
3.
Cetakan Arab :
Darul Tauji’ wal Nasyr Islamiyah. Cet 1 : 1421 H / 2001 M.
4.
Judul
terjemahan : Ummahatul Mukminin (Isteri – Isteri Rasulullah Shallallahu’alaihi
wa sallam, Ibunda Orang – Orang Beriman)
5.
Cetakan Edisi
Terjemahan : Pustaka Al-Qowam. Cetakan 1 : Sya’ban 1434 H / 2013 M.
6.
Penerjemah :
Irawan Raihan.
7.
Editor : Laely
Mucholishotin.
8.
Tebal Buku :
255 halaman ditambah xvi halaman.
9.
Harga : Rp
43.000
d.
Penulis
Resensi :
1.
Nama : Prima
Saputra
2.
Alamat :
Jl.Lintas Timur Merlung. RT 01. Kelurahan/Desa Merlung. Kecamatan Merlung.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Propinsi Jambi.
3.
No Hp :
085266015224
Friday, October 11, 2013
Al-Ghayah wa At-Taqrib - 3
RINGKASAN SYARAH AL-GHAYAH WA AT-TAQRIB
-Bagian 3-
MUQADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين , وصلى الله على محمد حاتم النّبيّين وعلى آله الطاهرين وصحابته أجمعين .
قال القاضي أبو شجاع أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني رحمه الله تعالى:
سألني بعض الأصدقاء حفظهم الله تعالى أن أعمل مختصرا في الفقه على مذهب الإمام الشافعي رحمة الله تعالى عليه ورضوانه في غاية الاختصار ونهاية الإيجاز , ليَقرُب على المتعلم درسه ويَسهُل على المبتدي حفظه . وأن أكثر فيه من التقسيمات وحصر الخِصال .
فأجبته إلى ذلك طالبا للثواب راغبا إلى الله تعالى في التوفيق للصواب إنه على ما يشاء قدير وبعباده لطيف خبير.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta Alam. Dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam penutup para Nabi, dan kepada keluarga beliau yang suci dan kepada semua sahabat beliau.
Berkata Al-Qadhi Abu Syuja’ bin al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani Rahimahullahu ta’ala : “Saya diminta oleh beberapa teman saya -semoga Allah Ta’ala menjaga mereka- untuk menyusun sebuah karya yang ringkas didalam fiqih madzhab Imam asy-Syafi’i –semoga Allah merahmatinya dan meridhainya- dalam bentuk yang sangat ringkas dan sangat padat. Agar orang yang belajar darinya dapat menyelesaikan pelajaran nya dengan cepat dan agar pelajar pemula mudah untuk menghafalnya. Dalam nya, saya diharapkan menyajikan pembahasan yang sangat singkat. Menanggapi permintaan tersebut, saya berusaha memenuhinya sambil memohon balasan pahala disisi Allah, serta berharap diberi pertolongan dan taufiq untuk menemukan kebenaran. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala yang Dia Kehendaki. Dan Dia Mahalembut dan Maha Mengetahui perbuatan hamba-hamba-Nya.
---oOo---
PENJELASAN RINGKAS :
-Bagian 3-
MUQADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين , وصلى الله على محمد حاتم النّبيّين وعلى آله الطاهرين وصحابته أجمعين .
قال القاضي أبو شجاع أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني رحمه الله تعالى:
سألني بعض الأصدقاء حفظهم الله تعالى أن أعمل مختصرا في الفقه على مذهب الإمام الشافعي رحمة الله تعالى عليه ورضوانه في غاية الاختصار ونهاية الإيجاز , ليَقرُب على المتعلم درسه ويَسهُل على المبتدي حفظه . وأن أكثر فيه من التقسيمات وحصر الخِصال .
فأجبته إلى ذلك طالبا للثواب راغبا إلى الله تعالى في التوفيق للصواب إنه على ما يشاء قدير وبعباده لطيف خبير.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta Alam. Dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam penutup para Nabi, dan kepada keluarga beliau yang suci dan kepada semua sahabat beliau.
Berkata Al-Qadhi Abu Syuja’ bin al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani Rahimahullahu ta’ala : “Saya diminta oleh beberapa teman saya -semoga Allah Ta’ala menjaga mereka- untuk menyusun sebuah karya yang ringkas didalam fiqih madzhab Imam asy-Syafi’i –semoga Allah merahmatinya dan meridhainya- dalam bentuk yang sangat ringkas dan sangat padat. Agar orang yang belajar darinya dapat menyelesaikan pelajaran nya dengan cepat dan agar pelajar pemula mudah untuk menghafalnya. Dalam nya, saya diharapkan menyajikan pembahasan yang sangat singkat. Menanggapi permintaan tersebut, saya berusaha memenuhinya sambil memohon balasan pahala disisi Allah, serta berharap diberi pertolongan dan taufiq untuk menemukan kebenaran. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala yang Dia Kehendaki. Dan Dia Mahalembut dan Maha Mengetahui perbuatan hamba-hamba-Nya.
---oOo---
PENJELASAN RINGKAS :
Al-Ghayah wa At-Taqrib - 2
RINGKASAN SYARAH AL-GHAYAH WA AT-TAQRIB
-Bagian 2-
Mengenal Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib
a. Judul Kitab
Kitab ini bernama Al-Ghayah wa At-Taqrib. Ada juga yang menyebutnya Ghayah al-Ikhtishar atau Mukhtashar Abu Syuja' atau Matan Abu Syuja'.
b. Nilai Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib
Syaikh DR.Musthafa Dib al-Bugha (Guru Besar Universitas Damaskus, salah seorang Pakar Fiqih Madzhab asy-Syafi’i) hafizhahullah berkata :
-Bagian 2-
Mengenal Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib
a. Judul Kitab
Kitab ini bernama Al-Ghayah wa At-Taqrib. Ada juga yang menyebutnya Ghayah al-Ikhtishar atau Mukhtashar Abu Syuja' atau Matan Abu Syuja'.
b. Nilai Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib
Syaikh DR.Musthafa Dib al-Bugha (Guru Besar Universitas Damaskus, salah seorang Pakar Fiqih Madzhab asy-Syafi’i) hafizhahullah berkata :
Al-Ghayah wa At-Taqrib - 1
RINGKASAN SYARAH AL-GHAYAH WA AT-TAQRIB - BAGIAN 1
MUQADDIMAH
بسم الله الرّحمن الرّحيم
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذبالله من شرورأنفسنا وشيّئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنّ محمّداعبده ورسوله :
Amma ba’du :
Ini merupakan penjelasan ringkas terhadap kitab fiqih didalam madzhab imam asy-syafi'i yang terkenal di negeri ini, yakni kitab al-Ghayah wa At-Taqrib atau yang dikenal dengan Matan Abu Syuja'.
Kitab ini dipelajari dipondok - pondok pesantren di Indonesia, karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah bermadzhab fiqih Imam asy-Syafi'i.
MUQADDIMAH
بسم الله الرّحمن الرّحيم
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذبالله من شرورأنفسنا وشيّئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلّ له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنّ محمّداعبده ورسوله :
Amma ba’du :
Ini merupakan penjelasan ringkas terhadap kitab fiqih didalam madzhab imam asy-syafi'i yang terkenal di negeri ini, yakni kitab al-Ghayah wa At-Taqrib atau yang dikenal dengan Matan Abu Syuja'.
Kitab ini dipelajari dipondok - pondok pesantren di Indonesia, karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah bermadzhab fiqih Imam asy-Syafi'i.
Tinggal Menunggu Waktu
Edisi : Kematian
" TINGGAL MENUNGGU WAKTU "
Setiap Manusia menunggu Kematian nya.
Baik dia orang yang baik atau orang yang buruk.
Baik dia orang yang beriman atau orang yang kafir.
---oOo---
Siap atau tidak, Kematian akan datang menghampiri anda..
Tidak bisa Tidak.
Tidak bisa dimundurkan walaupun satu detik.
Tidak bisa dimajukan walaupun satu detik.
Sesungguhnya Malaikat Maut tidaklah Lalai, walaupuan anda dalam Keadaan Lalai terhadap kematian.
Saturday, January 19, 2013
Antara Kritikan dan Pujian
"Antara Pujian dan Kritikan"
DR.Muhammad Arifin Badri hafizhahullah berkata :
"Orang yang memuji mu walau pujian nya dusta adalah orang yang paling engkau cintai. Anda bahkan menanti-nantikan pujian dusta tersebut kembali dia ulang di lain kesempatan.
Sebaliknya orang yang mengkritikmu walau benar adalah orang yang engkau benci.
Fakta ini cermin bukti dari kebodohan dan kerdilnya jiwa kita. Maukah anda merubah sikap dan pola pikir anda agar menjadi orang-orang besar walau tidak dikenal orang.
Imam Syafii berkata : aku berharap, andai semua orang mempelajari kitab-kitab karyaku, namun tidak satupun yang mereka akui sebagai karyaku.
Ulama' lain menyatakan : semoga Allah merahmati setiap orang yang menghadiahkan/menunjukkan kepadaku aib-aibku sendiri." [3/1/2013]
Kekayaan yang Sesungguhnya
Status no 4 :
"Kekayaan yang Sesungguhnya"
DR.Muhammad Arifin Badri hafizhahullah berkata :
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا أَبَا ذَرٍّ أَتَرَى كَثْرَةَ الْمَالِ هُوَ الْغِنَى" قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: "فَتَرَى قِلَّةَ الْمَالِ هُوَ الْفَقْرُ" قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: "إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْبِ وَالْفَقْرُ فَقْرُ الْقَلْبِ
(terjemahan)
"Sahabat Abu Zar menceritakan : suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku : wahai Abu Zar, apakah engkau mengira bahwa banyak harta berarti kaya?
Spontan Abu Zar menjawab : tentu saja demikian.
kembali Nabi bertanya : lalu apakah engkau mengira bahwa sedikit harta berarti miskin?
lagi- lagi sahabat Abu Zar menjawab : tentu saja demikian adanya.
Selanjutnya Nabi menjelaskan arti kaya dan miskin yg sebenarnya : "kekayaan yg sejati ialah kaya hati, dan kemiskinan yg sejati adalah miskin hati." [Riwayat ibnu hibban dll] [3/1/2013]
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sekilas Info
SEKILAS INFO Bismillah Alhamdulillah Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, keluar...
-
...................... Aku teringat saat berdiri di hadapan Robbku dosa-dosa menghimpit diriku anggota tubuh bersaksi atasku di hadapan Al...
-
Mengenal Ihram dan larangan-larangannya Untaian Artikel “Menggapai Haji Mabrur, bag. 8. oleh Ahmad Zainuddin بسم الله الرحمن ال...




